Pages

Saturday, 1 July 2017

Perusahaan Kecil Dan Langkah-Langkah Pengembangannya

    Kewirausahaan dapat dimulai dari suatu perusahaan kecil (Small Business) yang kepemilikannya bisa di peroleh dari tiga cara yaitu meneruskan usaha orang tua atau membeli perusahaan yang telah ada serta dengan cara memulai usaha yang sama sekali baru. Pada cara pertama, pada umumnya remaja memulainya dengan belajar sambil membantu bekerja pada perusahaan orang tuanya dan kemudian meneruskan usaha tersebut sesudah orang tuanya tidak lagi mampumelanjutkan usahanya karena faktor usia yang sudah lanjut.

    Masalah yang banyak muncul adalah jika memulai usaha yang baru sama sekali sebab, dalam hal ini dikarenakan pada awal usaha kecil tersebut perusahaan belum memperoleh konsumen yang pasti. Demikian pula, pengusaha masih harus banyak belajar dalam memilih bahan baku , sediaan  dan tenaga kerja yang terampil.
 
  Dalam kaitan tersebut terdapat beberapa alternatif untuk suksesnya pengembangan usaha kecil, yaitu :


  1. Faktor-faktor komplementer dari tenaga kerja terus di kembangkan terutama tenaga pimpinan yaitu di samping memiliki sikap kewirausahaan juga sikap manajerial.
  2. Diupayakan untuk pengembangan industri kecil hasil pengelolaan hasil pertanian dalam berbagai skala yang berlokasi di wilayah pedesaan, hal ini dimaksud agar dapat menyerap tenaga kerja di pedesaan . 
  3. Untuk memperkuat daya tampung kesemptaan kerja sektor industri agar diupayakan lebih banyak lagi hubungan keterkaitan antara sub sektor industri besar dan sedang dengan sub sektor industri/perusahaan kecil




Apabila kita amati, perusahaan kecil memang memiliki karakteristik tersendiri jika di bandingkan dengan perusahaan besar. perbedaan tersebut sebagai berikut : 

PERBEDAAN PERUSAHAAN BESAR DAN PERUSAHAAN KECIL 





PERUSAHAAN KECIL

PERUSAHAAN BESAR

-          Pada umumnya dikelola/dipimpin sendiri oleh pemiliknya.

-          Struktur organisasinya sederhana dan masih banyak perangkapan.

-          Peresentase kegagalan usaha relatif cukup tinggi.
-          Kesulitan untuk mengembangkan usaha dikarenakan sulit memperoleh pinjaman dengan syarat lunak.

-          Pada umumnya dikelola/dipimpin oleh manajer profesional (bukan pemiliknya).

-          Struktur organisasinya kompleks dan sudah ada spesialisasi pekerjaan.

-          Persentase kegagalan usaha relatif rendah.

-          Modal jangka panjang relatif lebih mudah diperoleh untuk pengembangan usaha.













 Melihat karakteristik perusahaan kecil tersebut, pada umumnya kegagalan usaha dari perusahaan kecil disebabkan beberapa faktor berikut :
  • kurang dapat mendteksi pasar dan perubahan-perubahan persaingan.
  • terlalu sedikitnya pengetahuan manajer tentang ekonomi dan kurang mempunya manajer dalam mengolah sumber daya manusia.
  • tidak membuat perencanaan keuangan dan keadaan darurat dalam bisnis.
  • tidak adanya budaya untuk bekerja keras dengan jam kerja yang panjang.
  • pimpinan kurang mampu mendelegasikan tugas dan tanggung jawab kepada karyawan (kurang ada rasa percaya).
  • tidak menyelenggarakan catatan-catatan transaksi keuangan dengan baik sehingga seringkali sistem kontrol terhadap persediaan barang dan piutang kurang seksama.
  • banyak memberikan kredit yang tidak bijaksana (unwise kredit policies).
  • tidak tersedia menggunakan media promosi untuk mengenalkan produk/jasa.
  Dengan adanya beberapa kelemahan tersebut, pemerintahan terus berupaya untuk membantu mengembangkan industri/perusahaan kecil. beberapa alasan perlunya pengembangan perusahaan kecil tersebut antara lain :
  •  perusahan kecil melibatkat/menyerap semua sumber daya manusia, termasuk didalamnya para wirausahawan atau calon-calon wirausahawan.
  • dalam jangka pendek dapat mengatasi pembagian pendapatan yang belum merata dan juga mengatsi masalah pengangguran.
  • dapat mempertinggi kemampuan produktif sumber daya manusia, karena mereka dapat belajar pada tempat mereka bekerja.
  • dalam jangka panjang dapat meningkatkan kecepatan perusahaan struktur ekonomi di semua daerah.

 Langkah-Langkah Nyata Untuk Pengembangan Perusahaan Kecil
  1. penyebarluasan dan pengembangan minat berusaha (Sense Of Business).
  2. pemberian bantuan kredit dari bank dengan syarat lunak bagi para pengusaha kecil.
  3. peningkatan keterampilan kerja dengan perluasan kesempatan kerja.
  4. perbaikan keterampilan personalita perbankan, terutama dalam pemberian layanan kepada para pengusaha kecil  yang ingin mengembangkan usahanya dengan menambah modal melalui pengambilan kredit bank
  5. membentuk/mengaktifkan kembali sentra-sentra industri kecil di pedesaan untuk memperluas kesempatan kerja pedesaan yang pada gilirannya akan dapat mencegah arus urbanisasi.
  6. pembatasan investasi pada industri padat modal dan memperbanyak perluasaan kesempataan berusaha dengan cara mendorong terbentuknya sistem mitra usaha dan "bapak angkat" antara perusahaan besar dan perusahaan kecil.



Perusahaan Kecil Dan Langkah-Langkah Pengembangannya

No comments:

Post a Comment